Blog ini sengaja dibuat hanya untuk kepentingan hiburan dan sekedar mengisi waktu luang.
Segala sesuatu yang tertulis di blog ini tidak sepenuhnya dapat dibuktikan kebenarannya,
maka dari itu gunakan informasi yang ada di blog ini dengan bijak.

  • Julius1Kusuma

    Blog ini sengaja dibuat hanya untuk kepentingan hiburan dan sekedar mengisi waktu luang. Segala sesuatu yang tertulis di blog ini tidak sepenuhnya dapat dibuktikan kebenarannya maka daari itu gunakan informasi yang ada di blog ini dengan bijak.

    Read More
  • Julius1Kusuma

    #PEKAN_PANCASILA 2017 #SAYA_INDONESIA # SAYA_PANCASILA

    Read More
  • Julius1Kusuma

    Blog ini sengaja dibuat hanya untuk kepentingan hiburan dan sekedar mengisi waktu luang. Segala sesuatu yang tertulis di blog ini tidak sepenuhnya dapat dibuktikan kebenarannya maka daari itu gunakan informasi yang ada di blog ini dengan bijak.

    Read More

Light travels : Perjalanan Melawan Waktu


Tahan telapak tangan Anda sekitar 30 cm dari wajah: Anda melihat tangan Anda seperti itu pada saat satu nanodetik yang lalu. Semua yang Anda lihat merupakan kejadian, pada suatu hal atau lain hal, di masa lalu. Semakin jauh di angkasa, semakin lama waktu kejadiannya. 

Anda tidak dapat melihat Matahari seperti sekarang, tetapi Anda dapat melihatnya seperti sekitar 8 menit yang lalu. Anda tidak dapat melihat Alpha Centauri sekarang, tetapi Anda dapat melihatnya 4,4 tahun yang lalu. Anda dapat melihat Galaksi Andromeda seperti 2,5 juta tahun yang lalu. Dan seterusnya.

Dengan teleskop resolusi super tinggi, kita dapat melihat galaksi yang cahayanya telah melaju ke kita selama lebih dari 13 miliar tahun. Kita melihatnya bersinar di alam semesta yang masih baru terbentuk, di mana gravitasi baru saja mulai menarik materi bersama menjadi bintang dan galaksi

Kita dapat melihat sesuatu yang lebih jauh, dan lebih lampau, daripada galaksi pertama. Jika kita mengintip lebih jauh, di antara galaksi-galaksi, kita dapat melihat bagian-bagian alam semesta yang begitu jauh, yang telah menempuh jarak cahaya hampir dari seluruh usia kosmos untuk mencapai kita.

Kita bukan pusat alam semesta. Tetapi kita adalah pusat persepsi kita sendiri ketika cahaya mencapai kita dari titik yang sangat jauh.

Ketika kita melihat bagian paling jauh dari kosmos, di setiap arah, kita melihat bagian alam semesta yang sangat jauh di masa lalu, mereka masih berada di tahap akhir Big Bang. Lapisan waktu yang paling jauh yang bisa kita lihat adalah cahaya yang telah berkelana sejak saat api primordial mulai mendingin. Gelombang mikro kosmik yang terpancar mengelilingi kita di setiap tepi penglihatan kita. 


.

Tomat...!!!


Udara Dingin



Meskipun kita tinggal di tempat yang sama di muka Bumi, terkadang terasa adanya perubahan lingkungan secara drastis... misal udara yang tiba-tiba terasa dingin sepanjang hari ataupun adanya hembusan angin kencang. Apakah hal itu termasuk perubahan iklim atau sekedar cuaca sesaat..?
Dalam ilmu Sains tertulis tiga poin Hukum Kepler

Hukum I Kepler berbunyi : Lintasan setiap planet ketika mengelilingi matahari, berbentuk elips, di mana matahari terletak pada salah satu fokusnya.
Hukum II Kepler berbunyi : Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.
Hukum Kepler III berbunyi : Kuadrat perioda suatu planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Lalu apa kaitan Hukum Kepler dengan danya perubahan cuaca di linkungan..?

Dari Hukum I Kepler dituliskan...lintasan planet (dalam hal ini Bumi) mengelilingi matahari berbentuk elips....artinya akan ada saatnya Bumi berada dekat dengan matahari dan saat Bumi menjauh dari matahari. Yang disebut Aphelion dan Perihelion. Aphelion merupakan posisi dimana Bumi dalam perjalanannya mengelilingi Matahari mencapai titik terjauh. saat bumi mencapai titik terdekatnya atau yang disebut dengan Perihelion.



Menurut data dari berbagai sumber diperkirakan pada bulan Januari, Bumi "hanya" akan berjarak sekitar 147.100.993 km dari Matahari. Sementara enam bulan berikutnya, saat Bumi mencapai Aphelion (titik paling jauh dari Matahari), tepatnya pada bulan Juli, jaraknya mencapai sekitar 152.092.511 km dari Matahari.

Selain faktor Aphelion dan Perihelion Bumi terhadap Matahari juga ada pengaruh kemiringan planet yang juga mempengaruhi perubahan musim.

Antara Maret hingga September: Kutub utara berada di dekat matahari, sedangkan kutub selatan jauh dari matahari. Belahan bumi utara terpapar sinar matahari lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan. Jarak terdekat kutub utara dan matahari terjadi diprediksi tanggal 21 Juni. Pada tanggal tersebut, pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5° ke arah utara. 

Matahari yang berada di belahan langit utara, mengakibatkan benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari australia menuju Asia. Lebih tepatnya karena tekanan udara dari belahan utara yang lebih rendah dibandingkan dari selatan sehingga sehingga angin yang bertiup ke arah Indonesia berasal dari belahan Bumi Selatan (Australia) yang mana udara terasa lebih dingin.


Mengetahui Jejari Bumi (Bulat)



bumi/bu·mi/ n (1) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang berpendapat bahwa manusia hanya terdapat di --; (2) planet ke-3 dari matahari; (3) permukaan dunia; tanah: kakinya seolah-olah tidak berpijak di --;-- berputar zaman beredar, pb keadaan zaman selalu berubah; sebesar-besarnya -- ditampar tak kena, pb perkara yang kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan; -- mana yang tak kena hujan, pb setiap orang berbuat salah; di mana -- dipijak, di sana langit dijunjung, pb harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal; jadi -- langit, pb menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan; terban -- tempat berpijak, pb hilang tempat menggantungkan harapan; -- istana tanah tumpah darah; (kbbi)


Menghitung jejari Bumi

Erathostenes tinggal di Mesir, diperkirakan hidup pada rentang tahun 276 SM hingga 194 SM. Pada tahun 225 SM Erathostenes melakukan perhitungan jejari bumi dengan metode yang sederhana. Awalnya Erathostenes hendak mengambil air di sumur di kota Syne (sebuah kota di Mesir, sekarang bernama Aswan). Saat menimba air di sumur, Erathostenes menyadari bahwa bayangan (siluet) yang muncul di air tepat sama dengan posisi badannya (tidak terdistorsi), artinya cahaya matahari tepat tegak lurus terhadap posisinya saat itu. Kenapa posisi matahari bisa tegak lurus terhadap Erathostenes saat itu…?? Ternyata pada hari itu bertepatan dengan saat titik balik matahari (sekitar tanggal 20-21 juni), diketahui bahwa di Kota Syene matahari tepat berada di atas kota tersebut. Tanda lain dibuktikan dengan meletakan tongkat yang tegak lurus terhadap bumi maka tongkat tersebut tidak memiliki bayangan, begitu juga dengan benda-benda lain seperti tugu dan bangunan lainnya. Pada tanggal yang sama (sekitar 20-21 juni), Erathostenes mengukur bayangan tongkat yang berdiri tegak di Aleksandria yang berjarak 800 km dari syene. Ternyata bayangan tongkat di Aleksandria membentuk sudut 7,2(derajat).

Dari data yang didapat dari pengukuran di Syene dan Aleksandria, maka mulailah Erathostenes melakukan perhitungan jejari Bumi… cara yang dipakai cukup sederhana naumun akurat.. dengan asumsi jarak matahari sangat jauh dan berukuran jauh lebih besar dibanding Bumi maka diasumsikan sinar matahari yang datang ke bumi adalah sejajar. Sehingga sudut yang dibentuk tongkat dengan bayangannya adalah sama dengan sudut pada pusat bumi yang dibentuk oleh dua titik yaitu kota syene dan Aleksandria. Asumsi lain yang dipakai Erathostenes dalam menghitung jejari Bumi adalah dengan menganggap bumi sebagai bola sempurna.

Erathostenes menyimpulkan bahwa jarak dari Alexandria ke Syene adalah 7,2/360 dari total keliling Bumi. Jarak antara kota syene dan Aleksandria diketahui dari para pedagang/pengelana sekitar 5000 stadia: sekitar 800 km. Erathostenes mendapatkan angka akhir 700 stadia per derajat, yang berarti keliling Bumi adalah 252.000 stadia. Angka 250.000 stadia, atau 25.000 mil sama dengan 40.233 km. Dengan keliling Bumi 40.233 km maka dihitung jejeari Bumi diperoleh sekitar 6400 km (jejari bumi yang diketahui sekarang, yaitu 6375 km).



Insomnia


Tidur adalah sebuah misteri. Apa yang terjadi saat tidur? Apakah seperti mati suri? Kemana kesadaran kita? Apa yang terjadi pada tubuh? Dan apa itu mimpi?

Ada orang yang tidur sambil mendengkur, ada yang mengigau, ataupun ada yang (katanya) sambil berjalan. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika tidur. Tidur bisa menjadi anugrah bisa juga musibah.

Dari banyaknya fenomena tentang tidur, ada pula masalah susah tidur (di malam hari). banyak yang menyebut insomnia (entah apa definisi sebenarnya insomnia) hanya tiduran, ingin tidur tapi tidak bisa, meski (sebenarnya sangat) ingin untuk tidur. Dan itulah yang sedang terjadi saat (membuat tulisan) ini.

Saat insomnia terkadang terlintas dalam pikiran nikmatnya orang yang sudah tertidur. Berbeda dengan tidur siang, bagi (hampir) semua orang bisa tidur siang atau tidak adalah normal. Namun, pada malam hari, itu gangguan.

Insomnia bukan begadang…lain. Begadang cenderung disengaja dan dipersiapkan misal untuk lembur kerjaan atau memang kerja malam, jaga keamanan, dan mungkin sekedar nonton bola. Namun insomnia, tidak ada rencana dan tidak ada aktivitas pasti, biasanya hanya tiduran di kamar, sambil baca buku mungkin atau main game.

Jadi apa sebenarnya insomnia, mungkin (pendapat pribadi) insomnia adalah bentuk keseimbangan alam terhadap hibernasi, seperti Ying dan Yang ataupun seperti cahaya dan bayangan. Ya…karena alam selalu menuntut keseimbangan di dalamnya.